Aku... gak tau harus bilang apa untuk novel ini. Speechless, hahaha.
Buat tetralogi ini, kurasa aku paling jatuh cinta pada kisah Kazuto dan Keiko yang emang bikin aku gigit-gigit jari saking envy-nya. Hahaha, nggak deh, itu lebay. Intinya, entah kenapa kisah mereka bikin aku... yah, melting gak jelas sendiri.
Yah, harus jujur kalau kisah ini banyak di kalangan novel dan kadang juga cerpen. Amnesia, perasaan bertepuk sebelah tangan, orang yang kita sukai diambil teman sendiri, dan sebagainya, buatku itu cerita yang udah biasa dan gak ada menarik-menariknya sama sekali.
Anehnya, rasanya beda kalau Ilana Tan yang bercerita. Buat saya, Ilana Tan punya "sihir" tersendiri yang membuat pembaca gak bisa bilang nggak untuk baca bukunya lagi dan lagi.